Thursday, September 15, 2016

Intimate With Seringai.

Sabtu 9 September 2015, bersiap dengan Baju hitam, celana hitam, serta atribut berwarna hitam saya bersiap menonton Aura Kasih dan DJ Zabyla, eh Seringai! hahahaha, itu mah bonus sebenernya. Janjian dengan partner yang bajingan sejak smp (@dwivetable) sore hari sebelum memanaskan moshpit bersama seringai, niat awal berangkat sore sembari minum minum santai di kedai beer favorit karena kendala jam Cimahi yang sangat tenang dalam melakukan suatu hal, alhasil berangkat selepas isya (Dengan keadaan tau seringai onstage 20.10) jadi santai saja.
Kami pun meluncur dengan antusias berlebihan ingin balas dendam karena pada minggu sebelumnya kami berdua skip Sonicfair karena memiliki agenda masing masing, maka hari ini waktu yang tepat untuk "Balas Dendam, nonton Seringai! hahaha".
Melirik jalan dari Cimahi menuju Bandung sehabis hujan, kamipun larut di dingin dan sepi nya jalan cimahi menuju bandung. Saking larutnya malam itu, kamipun lupa akan niatan minum minum a.k.a pemanasan sebelum olahraga di moshpit malam itu.
Sampai lah kami di Sasana Budaya Ganesha sebagai venue dari event @authenticity_id yang menampilkan Aura Kasih, serta DJ Zabylla, dan Seringai pastinya. hahahaha
Ternyata venue cukup penuh sampai desak desakan penonton terjadi ketika kami mengantri untuk menukarkan tiket yang sudah kami beli minggu lalu (sambil senyum senyum, karena venue tidak sepenuh itu sebenernya) hahahaha. Tumben acara sepi, kami pun bertanya tanya kenapa? Karena promosi nya sepertinya kurang, tidak ada gembar gembor di media sosial dan Seringai pun seperti biasa hanya info pas hari H acara (padahal sudah di update jadwal manggung sama seringai di bulan September ini).
Masuklah kami berdua ke dalam venue pukul 20.00 yang kebetulan seringai main pukul 20.30. Ya akhirnya, pukul 20.30 tiba dan...................................... Aura kasih manggung dengan Mari Bercinta nya. hahahaha, karena penuh sekali sampai sampai kami bisa mampir di backstage yang sekalian ingin ke kamar mandi kala itu, dan menyapa Sammy: "Bang maen jam berapa?" dijawabnya "Setelah ini!" dan ya kamipun bergegas ke kamar mandi sembari tak sabar menunggu seringai.
Niat ke kamar mandi pun berbelok, karena bertemu dengan fauzi fauzan cs, akhirnya ngobrol, ngudud sembari menunggu seringai. Tak lama, pukul 21.30 tiba dan kala itu sore (@Sorezeband) tampil dengan lagu sssssstttt nya menandakan itu lagu terakhir mereka, berarti waktunya SERINGAI!
Ya dengan berakhirnya sore, satu per satu seperti biasa personil Seringai keluar, Edy khemod, Ricky Sammy memainkan Intro tanpa Canis Dirus maka show Seringai *ngomong ala Arian* dimulai! Arian masuk langsung Akselerasi Maksimum dimainkan, setelah itu (total 6 lagu lupa urutan lagu nya) langsung diakhiri Dilarang Di Bandung. Yang menarik adalah ketika Mengadili Persepsi yang kala itu crowd dibagi 2, sehingga sebelah kanan terlihat ibu ibu, dan sang vokalis pun mengepal tangan kemudian meminta para ibu ibu mengepalkan tangan juga. It was so funny for me! :)))))))
Setelah Seringai selesai, kami pun keluar, mengambil nafas, minum, menyalakan rokok dari sponsor dan tidak ada niat sama sekali untuk ke backstage. Sembari ngobrol di pelataran gasibu ada salah satu diantara kami yang berkata "Seringai aya keneh (masih ada)? Backstage yuk ah, sugan (kali aja) masuk vlog ato masuk instagram seringai". Dari situ kamipun ke backstage, bertemu pertama kali dengan mbak Ade Putri (@missHOTRODqueen) yang menyapa kami dengan ramah walaupun belum tidur, kemudian dipersilahkan dan langsung masuk saja langsung ngobrol sangat tidak serius. hahahaha

Senang sekali rasanya bisa bertemu dengan idola, diterima dengan baik, ngobrol intim sama mereka walaupun ngobrol nya ngalor ngidul. Dan jujur, semua personil seringai susah serius! hahahaha

Sekian, semoga pengalaman ini bisa diceritakan kepada anak dan cucu saya. Hahaha, tabik!

Ada kenang kenangan.....

Masuk Instagram @seringai_official. Vlog nya menyusul! :)))))


foto oleh: @rendharais

Saturday, August 27, 2016

Memperhatikan Skena (PART I).

Dibesarkan oleh lagu lagu tahun 2000 seperti Dewa 19, Sheila On 7, Peterpan, Slank, Ruth Sahanaya, Rossa, Titi DJ, Krisdayanti dan masih banyak lagu indonesia lainnya. Memulai dari tahun 2009 yang kala itu baru duduk bangku smp, masih belum tau mana lagu indie, band indie, dan hanya mendengarkan lagu lagu hits setelah pulang sekolah dari radio yang sering memutarkan lagu lagu hits pop melayu semacam ST12, Five Minutes, dll.
Dibelokan dengan bisikan teman "Coba dengerin lagu ini deh!" yang kala itu adalah lagu Rocket Rockers - Ingin Hilang Ingatan sampai harus meminta dengan infra red yang pada akhirnya ingin tahu tentang bandnya juga tentang album dan semua lagu nya. 
Iya, kala itu memang Rocket Rockers, Alone At Last, dan Koil sangat merajai ranah indie di Bandung dan juga Cimahi khususnya pada saya (penulis) rasakan. 
Setiap panggung di Bandung pasti saja ada dari salah satu band di atas, Mulai dari suara emo dari Yas Budaya Alone At Last, Banting Gitar Otong Koil, sampai suara Tuit Tuit Synthesizer dari Rocket Rockers yang mengantarkan saya ke band Jakarta bernama Pee Wee Gaskins, King Of Panda dari Bali, Discotion Pill, Too Weak To Dance, Thirteen, Sweet As Revenge, Cemetery Dance Club, Danger Ranger, Closehead, Glory Of Love sampai Leona As Leopard. Pernah mendengar band band seperti yang saya sebutkan barusan? Kalo pernah, Selamat! anda bersama sama tumbuh bersama saya dan kalau beruntung pernah nonton band band yang saya sebutkan diatas bersama saya juga. hahahaha













source: (Google, Facebook, Myspace, dll)
Lanjut di tahun 2010............................................................
Di publish selanjutnya! hahahaha
Silahkan bernostalgia dulu dengan foto foto lama, ingat siapa saja mereka dan juga ingat memori apa saja yang terbesit sambil mendengarkan lagu lagu mereka.
Kalau malas mampir saja kesini: https://www.youtube.com/playlist?list=PLW7a4Z_Oo6r565hVGpoSNfuO6B6v9-3PD sudah saya buatkan playlist nya.
Selamat Bernostalgia! hahaha

Thursday, August 11, 2016

Tulus - Monokrom (Album Review)

26 Februari 2016,  perusahaan label rekaman independen TulusCompany., merilis satu karya baru. Karya musik ini adalah lagu yang ditulis oleh TULUS dan merupakan jembatan menuju album ketiganya. Aransemen lagu dibangun oleh Ari Renaldi, yang juga bertindak sebagai produser dua kantung album sebelumnya, serta album ketiga nanti.
Karya musik terbaru ini, didukung oleh 50 musikus. Proses rekaman dilakukan di Indonesia dan di salah satu studio terbesar di Praha, Republik Ceko, Eropa. Lagu bernuansa balada berjudul “Pamit” ini juga melibatkan string section dari The City of Prague Philharmonic Orchestra.

Begitu seperti yang ditulis pada press release dalam situstulus.com. Benar "Pamit" sebagai single pertama dan jembatan untuk menuju album ketiga tulus yang selalu menjadi hits disetiap single pertama menuju album album nya. Kebiasaan Tulus sebelum merilis album baru adalah mengeluarkan satu single yang sedikit menggambarkan tentang isi album yang akan di release nya.
Well 5 bulan setelah single Pamit release, tepatnya 27 Juli 2016 Tulus kembali release lagu "Ruang Sendiri" di album baru (Yang waktu itu belum tau judul album nya Monokrom). 
Seperti biasa, kebiasaan Tulus adalah bikin penasaran si pendengar dan fans dengan upload gambar Countdown di setiap hari nya. Yang bikin penasaran serta mengira ngira adalah judul album baru atau judul album baru, seperti Lagu Ruang Sendiri seperti ini:
Well ternyata Ruang Sendiri adalah lagu selanjutnya menuju album Monokrom. Tak lama penantian setelah Ruang Sendiri release akhirnya 3 Agustus 2016 Tulus pun me-release album baru yang berjudul Monokrom. 
Setelah release, saya sebagai pendengar musik nya semakin penasaran dan ingin segera membeli albumnya. Akhirnya 6 hari setelah release saya bisa membeli album Tulus- Monokrom di salah satu tempat nongkrong 24 jam di Bandung. 
Hal pertama yang dilakukan adalah membuka plastik album, kemudian membuka case cd dan dilihat cover album nya sambil liat foto foto yang ada di kertas cover cd. Sembari melihat kertas cover tak lupa memasukan cd ke dalam cd player yang ada di laptop. Kencangkan volume, kemudian play lagu nya sembari melihat foto foto, ucapan terima kasih, nama nama pendukung, serta tak lupa lirik yang ada di kertas cover album Tulus Monokrom.

Lagu pertama di putar, dengan judul "Manusia Kuat" menurut saya sih menunjukan suatu usaha manusia manusia kuat (masa sih? hahaha) intinya sih ketika ada yang menjatuhkan masih bisa bangkit lagi cek aja lirik nya. hahaha, masuk ke lagu kedua "Pamit" gausah di ceritain lagi lagu ini mah sedih lah. Kemudian masuk lagu ketiga "Ruang Sendiri" sepertinya ini korelasi dari lagu sebelumnya (Sok tau.) kemudian masuk ke lagu keempat "Tukar Jiwa" masih harus baper baperan kalo kata anak jaman sekarang mah. Nah masuk ke lagu kelima "Tergila Gila" ini mah mulai menemukan tambatan hati baru. Kemudian ada "Cahaya" di track 6, "Langit Abu Abu" di track 7, "Mahakarya" di track 8, "Lekas" di track 9, dan yang ada di track terakhir di track 10 ada "Monokrom". Sejauh ini sih Favorit saya masih jatuh di Ruang Sendiri, Monokrom, Jatuh Hati sama Langit Abu Abu. Tapi lagu Tulus mah semuanya gada yang gaenak. 

Berikut Foto/Gambar gambar yang ada di album Monokrom:




Track List:
01. Manusia Kuat
02. Pamit
03. Ruang Sendiri
04. Tukar Jiwa
05. Tergila Gila
06. Cahaya 
07. Langit Abu Abu
08. Mahakarya
09. Lekas
10. Monokrom

Puas dengan karya Tulus, mengikuti dari Self Titled, Gajah, sampe sekarang Monokrom. Terus Berkarya Tulus, Sukses! 

Beli CD Original nya, Download Legal, Jangan Download Bajakan! Siapa lagi yang menghargai musisi negeri sendiri, kalo bukan dari kita sendiri? 

Suksma, Nuhun, Thank You yang sudah membaca blog ini. Tabik!