Membuka twitter sore ini, baca timeline dan nemu satu tweet balasan dari Arian (@aparatmati) kepada Intan Anggita (@Badutromantis) dengan tweet seperti ini:
Pernah membaca nya, dan ingin membaca kembali. Lantas saya klik Webnya ini walaupun 3 tahun lalu, tapi memang harusnya disebarkan dan dibaca kembali oleh musisi musisi baru ataupun musisi yang sudah lama.
Betul, tulisan 3 tahun lalu ini memang harus kembali di baca oleh musisi musisi yang pendapatnya di kritik oleh media ataupun seseorang yang me-review (telah mendengarkan) karya yang dibuatnya. Agar istilahnya tidak besar kepala, apalagi menyerang si reviewer di sosial media, Balas saja dengan santai, dan membuktikannya dengan membuat karya lagi yang lebih dari karya yang di kritiknya. Kara Arian.
Akhirnya saya pun berpikir, benar juga apa yang dikatakan oleh Arian. Walaupun saya belum punya karya sampai saat ini, tapi saya suka me-review apalagi suka membandingkan kesukaan saya dengan orang lain dengan ngotot tapi itu balik lagi Itu sih selera....
Tapi ada satu kutipan yang saya suka di akhir dari website https://eargasmme.com tentang #BadReview yaitu:
"Karya yang keren adalah karya yang siap diinterpretasi dari berbagai sudut pandang, kalau cuma lo yang bisa nikmatin ya sama aja kayak masturbasi."
Sekian dari saya,
Yulisar Hardiana
Tuesday, July 25, 2017
Thursday, June 15, 2017
Fourtwnty - Lelaku (Album Review).
Sabtu sore di kota Bandung nan sejuk selepas hujan, meneker sebatang rokok sambil sesekali menenggak cangkir yang berisikan kopi hangat. Mungkin saat itu adalah gambaran dikala kita ingin mendengarkan sebuah lantunan musik yang tenang dan manja.
Salah satu rekomendasi saya di pertengahan 2017 ini adalah album Fourtwnty - Lelaku.
Fourtwnty yang beranggotakan Ari Lesmana, Nuwi, Roots ini berhasil memanjakan telinga rakyat termasuk saya berkat lantunan indah nan sendunya. Berawal dari lagu "Aku Tenang" nya di rekomendasi youtube, serta peran Ari Lesmana waktu itu menyanyikan lagu sementara milik float beserta float-nya yang sempat diabadikan bung Felix Dass, akhirnya membuat saya semakin penasaran dengan band nya yakni Fourtwnty.
Semenjak itu akhirnya mulai terbuai, tak lama setelah itu Fourtwnty pun merilis single Ost Filosofi Kopi 2 yaitu Zona Nyaman ditikam kembali oleh lagu itu, juga Fana Merah Jambu rekomendasi youtube lagi lagi. Akhirnya bertekadlah untuk membeli CD originalnya demi mendengarkan semua track yang ada di albumnya.
Oke, mari kita mulai review nya.
Lelaku sendiri rilis di tahun 2015, yang memiliki arti Sebuah upaya seseorang untuk mendapatkan pencerahan dalam menjalani hidup yang prihatin, atau hidup yang sederhana.
Berisi 9 track yaitu:
1. Aku Tenang
2. Diam Diam Kubawa 1
3. Hitam Putih
4. Argumentasi Dimensi
5. Iritasi Ringan
6. Fana Merah Jambu
7. Puisi Alam
8. Aku Bukan Binatang
9. Diskusi Senja

Sejauh ini sih lagu favorit masih Aku Tenang, Fana Merah Jambu, Diam Diam Kubawa 1, Argumentasi Dimensi. Itu versi saya, tapi semua lagunya asyik kok. Apalagi kalo sambil minum kopi sore sore sambil ngobrolin masa depan sama gebetan/pacar/teman hidup. hahaha
Lirik? Beli aja cd aslinya! Ada semua disitu, gasalah dan gamahal juga kok. Sambil kita menghargai musisinya juga kan?
Sampai bertemu di lain review!
Tuesday, May 2, 2017
Terima Kasih, April!
Penanggalan masehi yang dipakai secara internasional dimulai dari Januari sampai Desember ini pasti tidak lepas dari bulan April, kalo gada april gakan genap12 bulan dong? hahaha, Dimulai dari awal bulan acara keluarga ke Pangandaran yang ga ada persiapan sama sekali dan udah lama juga ga liburan keluarga jadinya hajar! hahaha
Kemudian ikut panen di Pangalengan yang juga serta merta membutuhkan energi ekstra karena harus jadi kuli paruh waktu, lahirnya juga The Fate of the Furious (Fast Furious 8) yang langsung hits. Prepare ke dufan yang cuma H-1 minggu karena mencari personil yang tak kunjung fix untuk hadir.
Dan jangan lupakan El Clasico yang paling berharga karena Messi cetak gol di menit 90+2 pake selebrasi jemur baju sekaligus El Clasico krusial demi gelar La Liga walaupun Madrid masih sisa 1 pertandingan belum dimaenin.
Pergi ke dufan dengan tim yang hampir sama ke Jogja Januari 2017 lalu, dengan hampir gajadi gara gara mobil yang di booking ga ada akhirnya pun jadi juga, melelahkan, langsung disambung ke ciater demi melancarkan peredaran darah selama kurang lebih 5 jam di mobil dari Jakarta - Bandung.
Yang akhirnya ditutup Kampoeng Jazz yang walaupun lebih asik taun kemaren, untungnya sih ada Teddy Adhitya, Tulus, dan Trio Lestari. Tapi seringai kok ga maen ya? (Lahh.) hahahaha
Sekali lagi terima kasih hari libur, terima kasih April!
Kemudian ikut panen di Pangalengan yang juga serta merta membutuhkan energi ekstra karena harus jadi kuli paruh waktu, lahirnya juga The Fate of the Furious (Fast Furious 8) yang langsung hits. Prepare ke dufan yang cuma H-1 minggu karena mencari personil yang tak kunjung fix untuk hadir.
Dan jangan lupakan El Clasico yang paling berharga karena Messi cetak gol di menit 90+2 pake selebrasi jemur baju sekaligus El Clasico krusial demi gelar La Liga walaupun Madrid masih sisa 1 pertandingan belum dimaenin.
Pergi ke dufan dengan tim yang hampir sama ke Jogja Januari 2017 lalu, dengan hampir gajadi gara gara mobil yang di booking ga ada akhirnya pun jadi juga, melelahkan, langsung disambung ke ciater demi melancarkan peredaran darah selama kurang lebih 5 jam di mobil dari Jakarta - Bandung.
Yang akhirnya ditutup Kampoeng Jazz yang walaupun lebih asik taun kemaren, untungnya sih ada Teddy Adhitya, Tulus, dan Trio Lestari. Tapi seringai kok ga maen ya? (Lahh.) hahahaha
Sekali lagi terima kasih hari libur, terima kasih April!
Subscribe to:
Posts (Atom)

