Thursday, June 15, 2017

Fourtwnty - Lelaku (Album Review).

Sabtu sore di kota Bandung nan sejuk selepas hujan, meneker sebatang rokok sambil sesekali menenggak cangkir yang berisikan kopi hangat. Mungkin saat itu adalah gambaran dikala kita ingin mendengarkan sebuah lantunan musik yang tenang dan manja.
Salah satu rekomendasi saya di pertengahan 2017 ini adalah album Fourtwnty - Lelaku. 
Fourtwnty yang beranggotakan Ari Lesmana, Nuwi, Roots ini berhasil memanjakan telinga rakyat termasuk saya berkat lantunan indah nan sendunya. Berawal dari lagu "Aku Tenang" nya di rekomendasi youtube, serta peran Ari Lesmana waktu itu menyanyikan lagu sementara milik float beserta float-nya yang sempat diabadikan bung Felix Dass, akhirnya membuat saya semakin penasaran dengan band nya yakni Fourtwnty.
Semenjak itu akhirnya mulai terbuai, tak lama setelah itu Fourtwnty pun merilis single Ost Filosofi Kopi 2 yaitu Zona Nyaman ditikam kembali oleh lagu itu, juga Fana Merah Jambu rekomendasi youtube lagi lagi. Akhirnya bertekadlah untuk membeli CD originalnya demi mendengarkan semua track yang ada di albumnya. 
Oke, mari kita mulai review nya. 
Lelaku sendiri rilis di tahun 2015, yang memiliki arti Sebuah upaya seseorang untuk mendapatkan pencerahan dalam menjalani hidup yang prihatin, atau hidup yang sederhana. 
Berisi 9 track yaitu:
1. Aku Tenang
2. Diam Diam Kubawa 1
3. Hitam Putih
4. Argumentasi Dimensi
5. Iritasi Ringan
6. Fana Merah Jambu
7. Puisi Alam
8. Aku Bukan Binatang
9. Diskusi Senja
Image result for fourtwnty lelaku
 

Sejauh ini sih lagu favorit masih Aku Tenang, Fana Merah Jambu, Diam Diam Kubawa 1, Argumentasi Dimensi. Itu versi saya, tapi semua lagunya asyik kok. Apalagi kalo sambil minum kopi sore sore sambil ngobrolin masa depan sama gebetan/pacar/teman hidup. hahaha
Lirik? Beli aja cd aslinya! Ada semua disitu, gasalah dan gamahal juga kok. Sambil kita menghargai musisinya juga kan? 

Sampai bertemu di lain review! 

Tuesday, May 2, 2017

Terima Kasih, April!

Penanggalan masehi yang dipakai secara internasional dimulai dari Januari sampai Desember ini pasti tidak lepas dari bulan April, kalo gada april gakan genap12 bulan dong? hahaha, Dimulai dari awal bulan acara keluarga ke Pangandaran yang ga ada persiapan sama sekali dan udah lama juga ga liburan keluarga jadinya hajar! hahaha
Kemudian ikut panen di Pangalengan yang juga serta merta membutuhkan energi ekstra karena harus jadi kuli paruh waktu, lahirnya juga The Fate of the Furious (Fast Furious 8) yang langsung hits. Prepare ke dufan yang cuma H-1 minggu karena mencari personil yang tak kunjung fix untuk hadir.
Dan jangan lupakan El Clasico yang paling berharga karena Messi cetak gol di menit 90+2 pake selebrasi jemur baju sekaligus El Clasico krusial demi gelar La Liga walaupun Madrid masih sisa 1 pertandingan belum dimaenin.
Pergi ke dufan dengan tim yang hampir sama ke Jogja Januari 2017 lalu, dengan hampir gajadi gara gara mobil yang di booking ga ada akhirnya pun jadi juga, melelahkan, langsung disambung ke ciater demi melancarkan peredaran darah selama kurang lebih 5 jam di mobil dari Jakarta - Bandung.
Yang akhirnya ditutup Kampoeng Jazz yang walaupun lebih asik taun kemaren, untungnya sih ada Teddy Adhitya, Tulus, dan Trio Lestari. Tapi seringai kok ga maen ya? (Lahh.) hahahaha
Sekali lagi terima kasih hari libur, terima kasih April!



Wednesday, April 12, 2017

Konsep Bersyukur.

Sedang dilanda rasa gundah gulana hari ini? Atau yang biasa orang orang milenials bilang jaman sekarang galau. Apakah anda sedang merasakannya saat ini? Jujur, perasaan itu cuma kalian yang tau dan rasakan. Tapi apakah ketika anda merasakan itu pernah terbesit sebuah kata kata dari hati, apa sih yang orang biasa lakuin kalo merasakan hal yang sama? atau pernah terbesit, apakah kita kurang bersyukur?
Karena pada dasarnya perasaan itu cuma kita yang tau, dan cuma kita yang bisa menyelesaikan sendiri. Ya betul, itu hanya konsep berfikir. Jikalau kita dilanda gundah gulana akibat suatu hal terus kita menganggap bahwa masalah ini membawa kita ke arah yang lebih baik maka tentu kita tidak akan terus merasakan gundah gulana berkelanjutan.
Tapi bagaimana dengan sebaliknya? Gundah gulana yang berkelanjutan bisa diselesaikan dengan cara singkat, mengambil pisau lalu menancapkan di dada, bisa juga mencari sebuah zat aktif yang membuat ketagihan, atau juga mencari zat aktif yang kemudian menyelesaikannya di satu hari yang sama.
Jadi, apa hubungan tulisan diatas dengan judul? Memang mungkin ada sedikit, tapi apakah kamu pernah berfikir jikalau dengan bersyukur akan menambah kebahagiaan. Mungkin motivator selalu bilang seperti itu, tapi memang betul. Karena tuhan/allah memiliki konsep bersyukur yang tidak bisa diartikan dengan logika seorang manusia manapun, tidak percaya? Mungkin tidak ada bukti tersurat yang bisa dikemukakan di tulisan ini, tapi jikalau kamu beragama baik beragama apapun yang di akui di dunia ini bahwa sebetulnya konsep bersyukur itu 1+1=3 bukan 1+1=2. Dan semakin besar.
Kenapa bisa begitu? Saya pun sebagai penulis tidak tau bagaimana men-analogikannya, tapi jelas jikalau kita sering bersyukur pasti akan dibalas dengan sesuatu, baik untuk diri sendiri, untuk orang tua ataupun orang sekitar kita, bahkan bisa saja sampai untuk anak cucu kita di masa depan.
Jangan lupa bersyukur, tapi kalo ga bersyukur juga gapapa. Sukurin!