Friday, March 30, 2018

Effort.

Sudah lama juga tidak menulis sesuatu disini, 6 bulan lebih sepertinya. hahahaha
Mari kita mulai, eh bentar mau nyalain rokok dulu sambil bikin kopi.. 
Kalo bikin kopi kelamaan ga? hahahah
Jadi begini, pernah mendengar pepatah sedikit usaha begitupun hasil yang akan didapat juga sedikit? Atau kita harus usaha semaksimal mungkin biar hasilnya pun maksimal? Aku kurang setuju dengan pepatah itu, kurang setuju ya bukan tidak setuju.
Kenapa? 
Mari kita ambil contoh dikehidupan sehari hari yang sering terjadi. Misalkan kita ingin ngumpul sama teman teman. Apa hal yang pertama kali dilakukan? Menghubungi teman temannya dulu kan ya, terus kita kabarin tuh ya. Apa yang selanjutnya terjadi? Kemungkinannya ada 2, kumpulnya jadi terus bersenang senang, ada juga yang gagal dan menjadi sebuah opini belaka. 
Jadi kita telaah bersama kasus diatas, pemisalan dari hal yang berhasil dulu ya: Pertama yang dilakukan adalah menghubungi teman teman yang ingin kita ajak main, kedua berdiskusi dengan si teman, ketiga dibuat perjanjian, keempat kesepakatan, kelima memenuhi kesepakatan yang telah dijanjikan. Berhasil. 
Pemisalan hal gagal: Pertama yang dilakukan adalah menghubungi teman teman yang ingin kita ajak main, kedua berdiskusi dengan si teman, ketiga membuat perjanjian, keempat terjadi sebuah kesepakatan, kelima merusak kesepakatan (disini sebetulnya dimulainya masalah, baik masalah eksternal ataupun internal. Contoh eksternal: Hari yang sudah disepakati ada janji juga dengan orang lain, terlalu larut malam, ada kerjaan gabisa ditinggal, cuaca, dll. Contoh internal: Males, gapunya uang, Takut ini, takut itu padahal belum terjadi juga, dll), keenam batal. 
Terbayang?
Kesimpulannya adalah Di kasus yang berhasil ada sebuah usaha yang dimulai antara kedua belah pihak, dan di kasus yang gagal adalah kurangnya usaha diantara kedua belah pihak. Semuanya bisa terlaksana karena adanya sebuah USAHA atau EFFORT. 
Pernah menyadari ga bahwa sebuah USAHA itu penting, maksud usaha disini adalah upaya sehingga mendapatkan sebuah goal/tujuan bukan usaha/wirausaha. hahahaha
Percayalah usaha sedikit tidak akan menjadikan hasil yang sedikit juga kok, kadang usaha sedikit bisa dapet tujuan yang lebih. 
Jadi sebetulnya USAHA dulu aja, hasil mah nanti juga biar tuhan yang mengatur. 
Sama kaya hubungan, kalo diantara keduanya gada USAHA untuk saling (baik saling percaya, baik saling meneruskan hubungan, dll) pastinya akan gagal juga. TUL? Tulus. hahahaha





Terima Kasih,
Yulisar Hardiana


Tuesday, August 8, 2017

Mixtape Special.

Setelah hanya membahas issue yang dibaca di twitter dan menanggapinya kemaren, akhirnya ada sebuah pengalaman yang mau aku bagikan.
Sesuai judul Mixtape Special mari kita bahas tentang Mixtape!

Apa itu Mixtape? Mixtape adalah kumpulan koleksi musik terpilih yang disalin ke media perekam untuk diberikan pada seseorang sebagai hadiah yang umumnya berupa kaset tape. Saat ini, CD atau flash drive yang berisi MP3 memiliki fungsi serupa dan seringkali dibuat sesuai tema sehingga menjadi cara yang menarik untuk berbagi musik bersama orang tersayang.

Dulu mixtape dibuat dari kaset kosong atau kaset yang sengaja dikosongkan yang dimaksudkan untuk diisi kembali dengan lagu yang dibuat sendiri dengan cara merekam menggunakan audio tape yang intinya untuk didengarkan kembali baik oleh sendiri ataupun diberikan oleh orang lain.

Jadi Mengapa mixtape terasa spesial? Dan apa hubungannya dengan judul diatas? Cerita sedikit,
awalnya adalah suatu hari aku message seseorang yang aku anggap spesial, kemudian dibalas lah pesan itu yang memberitahukan bahwa dia akan sidang setelah studi 4 tahun. Bingung, mau kasih apa yang ga biasa ketika sidang atau hadiah apa yang gabisa dilupain di salah satu momen spesial dia.
Terfikir bikin jam dinding dengan foto foto dia, ataupun lukisan wajah, sampai mau kasih bunga aja, tapi gada spesial nya sama sekali.
Tak lama kemudian, sambil melihat tumpukan cd di kamar dan Karena kelakuan aku jadul gara gara akhir akhir ini dengerin lagu jadul kenapa ga bikin mixtape aja ya? Yes, dibikin sendiri dan ada sebuah effort untuk bikinnya, walaupun ga effort effort banget sih. hahaha, hal yang pertama dilakuin adalah membuat story untuk di mixtape nya. Karena hal paling mendasar di sebuah mixtape adalah cerita yang bisa diungkapin lewat lagu, dan kepikiran story line nya adalah awal pertama kali kita ketemu sampai akhirnya masih berhubungan sampai sekarang yang kurang lebih 6-7 tahun ini sejak 2010 atau 2011 lalu.
Story line udah, langsung masuk ke lagu lagu yang bisa mendeskripsikan story line dan akhirnya ada 11 track yang konsepnya adalah 1 album kaya musisi gitu, dan ga banyak bantak juga, dikira mp3 yang mau dijual. hahahaha
Hal yang penting kemudian adalah wadah untuk mixtape tersebut, karena jaman dulu semua mixtape rata rata pake kaset dan ngerekampun pake audio tape maka aku putuskan untuk ga pake semua itu. Kenapa? Hal yang pertama, ga semua orang masih punya tape nya, dan susah juga cari kaset kosong jaman sekarang, mau pake cd dikira nanti jualan mp3, yaudah pilihan jatuh di Flashdisk. Udah gampang, jaman sekarang pasti (minimal) punya laptop. Kelarlah untuk mixtape.
Tapi masa cuma kasiin flashdisk dan gada faedahnya kaya mau ngirim video video lewat FD doang. hahaha, akhirnya aku pun bikin quotes atau tulisan motivasi (tulisan curhat sebenernya) yang cuma 1 kalimat tiap kertas dan menggulungnya kecil kecil kaya gulungan arisan yang kalo dikocok didalem gelas terus atasnya dikasih kertas dibolongin biar gulungannya keluar.
Akhirnya tulisan tulisan gulungan itu pun dibuat dari kertas warna warni dan full tulisan tangan, serta kotak untuknya diberi sebuah tulisan untuk pencapaiannya sejauh ini.
Kemudian bunga mawar tentunya, aku pilih warna putih, Kenapa? Mawar putih melambangkan sebuah penghormatan, rasa simpati, juga cinta sejati untuknya. Lah gombal. hahaha
Semoga dia suka dengan hadiahnya, juga semoga ga gampang di lupakan ya kamu kalo baca ini. haha




Semoga kamu yang aku kasih suka!
Much a Love!


Regards,
Yulisar Hardiana

Tuesday, July 25, 2017

Karya Yang Keren Itu...

Membuka twitter sore ini, baca timeline dan nemu satu tweet balasan dari Arian (@aparatmati) kepada Intan Anggita (@Badutromantis) dengan tweet seperti ini:












Pernah membaca nya, dan ingin membaca kembali. Lantas saya klik Webnya ini walaupun 3 tahun lalu, tapi memang harusnya disebarkan dan dibaca kembali oleh musisi musisi baru ataupun musisi yang sudah lama.
Betul, tulisan 3 tahun lalu ini memang harus kembali di baca oleh musisi musisi yang pendapatnya di kritik oleh media ataupun seseorang yang me-review (telah mendengarkan) karya yang dibuatnya. Agar istilahnya tidak besar kepala, apalagi menyerang si reviewer di sosial media, Balas saja dengan santai, dan membuktikannya dengan membuat karya lagi yang lebih dari karya yang di kritiknya. Kara Arian.
Akhirnya saya pun berpikir, benar juga apa yang dikatakan oleh Arian. Walaupun saya belum punya karya sampai saat ini, tapi saya suka me-review apalagi suka membandingkan kesukaan saya dengan orang lain dengan ngotot tapi itu balik lagi Itu sih selera....
Tapi ada satu kutipan yang saya suka di akhir dari website https://eargasmme.com tentang #BadReview yaitu:

"Karya yang keren adalah karya yang siap diinterpretasi dari berbagai sudut pandang, kalau cuma lo yang bisa nikmatin ya sama aja kayak masturbasi."

Sekian dari saya,
Yulisar Hardiana